Do not worry

January 22, 2009

25“Therefore I tell you, do not worry about your life, what you will eat or drink; or about your body, what you will wear. Is not life more important than food, and the body more important than clothes? 26Look at the birds of the air; they do not sow or reap or store away in barns, and yet your heavenly Father feeds them. Are you not much more valuable than they? 27Who of you by worrying can add a single hour to his life[b]28“And why do you worry about clothes? See how the lilies of the field grow. They do not labor or spin. 29Yet I tell you that not even Solomon in all his splendor was dressed like one of these. 30If that is how God clothes the grass of the field, which is here today and tomorrow is thrown into the fire, will he not much more clothe you, O you of little faith? 31So do not worry, saying, ‘What shall we eat?’ or ‘What shall we drink?’ or ‘What shall we wear?’ 32For the pagans run after all these things, and your heavenly Father knows that you need them. 33But seek first his kingdom and his righteousness, and all these things will be given to you as well. 34Therefore do not worry about tomorrow, for tomorrow will worry about itself. Each day has enough trouble of its own.

l3a design

November 10, 2008

Hi all…

Udah lama nih nggak nulis. Sibuk soalnya, ngerjain project l3a. Hahaha.. sekarang lagi memulai bisnis kecil-kecilan dari hasil kreasi aku. Bisa lihat deh hasilnya disini. Produk yang aku buat itu accessories HP, mulai dari sarung hp sampai ke gantungan HP. Bisa pesan sesuai dengan permintaan, mau dikasi nama di sarung hp-nya juga bisa. Bahannya dari kain flanel, selain murah dan mudah didapat, kain flanel mudah untuk diaplikasikan. Rate harganya mulai dari Rp. 7.000 – 10.000, tergantung permintaan juga.

Well, ini baru permulaan sih, makanya aku mulai dari kain flanel. I wish bisa punya outlet sendiri. Aku pengen belajar sampai ke tas dan acessories kulit. Wow… wish my dreams comes true…

Love,

-lia-

Cooking

September 30, 2008

Aku lagi belajar masak niy. Soalnya udah mau jadi ibu rumah tangga, jadi harus mempersiapkan diri dari segala aspek. Hehehe

Aku udah berhasil membuat risoles. Ternyata gampang dan mudah memperoleh bahan-bahannya.

Coba lihat deh, hasil risoles aku yang belum di goreng. Hehehe…

Adaptasi

September 29, 2008

Dari kemarin pengen nulis tentang satu kata ini, akhirnya dapat juga satu kejadian di pagi hari ini yang berhubungan dengan adaptasi.
Okay, jadi pagi hari ini pas mau naik bis ke kantor di depan saya ada seorang pria Asia Timur bersama istri dan anaknya. Sepertinya mereka ini turis deh karena gak tau mengenai keadaan di kota ini. Nah mereka mau beli tiket bis ke University lalu supirnya bilang harganya A$3.00. Owh man, yang paling memalukan adalah pria ini malah berdebat dengan supirnya dan bilang: “Tapi kemarin saya belinya $1.80″. Bener-bener gak tau diri kalau menurut saya nih orang. Udah gitu supirnya sampai ngasih tunjuk layar komputer dia untuk nunjukin kalau dia gak bohong. Tapi tetep aja nih pria kagak mau ngalah. Untung tuh supir sabar dan kagak ngamuk. Akhirnya si pria ini mau membayar juga $A3.00 untuk bus ticketnya. Sigh.

Kelihatan pria ini tidak cepat beradaptasi dengan lingkungan dimana dia berada. Menurut saya dia tidak perlu harus sampai berdebat dengan supir bus. Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini:

  1. Cepat lihat keadaan dan cepat beradaptasi. Hey kita kan di negara orang, gak perlu berdebat lah. Gak mungkin supir bus itu bohong. Dia bisa dipecat kalau bohong, apalagi di negara seperti Australia. 
  2. Banyak baca informasi, banyak bertanya, cepat ingat dan cepat tanggap. Informasi dan petunjuk dimana-mana di Australia ini banyak.  Jangan dilewatkan  kalau tidak mau kelihatan bodoh. Kalau mau tanya, make sure udah baca dulu informasi yang ada. Udah gitu harus diingat dan cepat tanggap. Jangan sampai harus nanya lagi pertanyaan yang sama. 
  3. Mata harus awas, terutama kalau naik bis dan kereta. Ingat-ingat nama train station dan nama bus stop. Karena semuanya serba sistematis dan teratur disini. Gak akan susah kalau kita suka menyimak sekeliling kita.

Okay itu beberapa hal mengenai adaptasi yang diambil dari pria itu. Dan ini beberapa pelajaran lagi yang saya ambil sendiri ketika berada disini:

  1. Internet is your best friend. Yup, gunakanlah google atau google map. Saya sering menggunakan google map untuk mencari jalan, train station, bus stop. Saya juga pernah search di internet mengenai obat gatal-gatal karena saya masih harus beradaptasi dengan hawa disini. Walhasil jauh lebih murah ketimbang harus ke dokter. Ya ke dokter kita harus bayar A$40 untuk konsultasi doang, belum lagi biaya obatnya dan itupun belum tentu sembuh. Jadi sebelum ke dokter, lebih baik tanya uncle google dulu daripada menyesal.
  2. Biasakan jalan kemanapun kita mau pergi. Ya mungkin di kota seperti jakarta atau kota-kota di Indonesia tidak nyaman sekali untuk jalan selain karena kita punya motor yang bisa membawa kita kemanapun kita pergi. Tapi disini sebisa mungkin lihat apakah jarak yang ditempuh bisa dilalui dengan jalan kaki saja, karena kalau tidak akan memakan biaya yang cukup lumayan A$2.00.
  3. Biasakan untuk membawa air minum kemanapun pergi karena harga air mineral disini mencapai hingga A$2.00, dan harganya tidak jauh beda dengan minuman soda. Selain itu banyak tap-water dimana-mana yang rasanya juga segar tidak seperti air keran yang ada di Indonesia yang belum tentu bersih.
  4. Orang bule terutama adalah people on-the-move. Termasuk makan. Ya, jangan heran liat orang makan sambil jalan. Karena prinsipnya “time is money”. Jadi biasakan makan terutama makanan siang yang tidak perlu duduk seperti burger, hotdog, kebab, dsb. Oh ya, makanan bule juga agak aneh, kenyangnya itu tidak nabok seperti makan nasi, tapi kenyang yang eneg. Jadi selama 3 hari (kurang-lebih) adaptasikan perut anda. 
  5. Biasakan mengerti logat dan idiom orang lokal. Orang Australia sendiri biasa mengatakan:
    • G’day mate
    • What’s up mate?
    • How is it going there?
    • How are ya?
    • Hello folks

    Biasa mengatakan hal-hal tersebut membuat kita cepat membaur dengan orang lokal. Dan kalau kita sudah cepat membaur, kita bisa menjadi orang yang menyenangkan (fun to be with). Jangan takut untuk ngobrol ama mereka walaupun bahasa kita mungkin tidak bagus. Tapi justru dengan sering ngobrol ama mereka bahasa kita akan semakin improve. Jangan seperti beberapa orang Asia disini yang mainnya sama orang Asia juga, walhasil sudah berpuluh-tahun bahasa Inggrisnya masih gitu-gitu aja.

Okay untuk sementara itu saja dulu. Semoga saya bisa ingat ini senantiasa kalau besok ada di negara lain lagi dan semoga bermanfaat bagi yang mau tinggal di luar negeri. :-D

Amazing experience

September 29, 2008

What an amazing experience. Berawal dari sebuah lamunan ingin berada di tengah-tengah Hillsong untuk melihat pekerjaan Tuhan di gereja ini, tetapi yang ada malah dapat lebih dari yang diharapkan. Sekarang jadi bisa ke Hillsong kapanpun saya mau. Wow thanks God. You are so awesome.

Perjalanan dimulai dari pengen liat Hillsong yang city campus pada hari sabtu, karena pas liat di google map letak Hills campus terlalu jauh. Pertama kali lihat ini gereja relevant banget dengan jaman sekarang, dalam kata lain, ga ada bedanya dengan bioskop dan cafe. Berikut adalah tampilannya dari luar. Gak keliatan kayak gereja sama sekali. Bisa dilihat mereka juga punya bis buat nganterin orang pulang-pergi ke gereja gratis.

Di dalamnya juga gak keliatan kayak gereja sama sekali. Sayangnya pas saya datang lagi ibadah, jadi gak boleh foto-foto dalamnya. Jadi yang berhasil didapatkan adalah bagian lobinya doang yang seperti gambar dibawah ini. Disini orang-orang bersosialisasi atau nge-gosip sebelum dan sesudah ibadah. Jadi suasananya kekeluargaan dan community banget.


Oh iya, untuk pendatang baru di Hillsong akan dijamu Gloria Jeans coffee for free sambil kenalan ama para greeters-nya. Disini saya kenalan sama Peter yang pada akhirnya ngenalin Lighthouse church yang ada di Wollongong. Peter ini bapak-bapak yang passionate banget ama Tuhan dan sudah kenal Tuhan selama 7 tahun yang dikenalkan oleh kedua anak-anaknya.

Setelah itu saya kembali lagi ke Wollongong dengan naik kereta yang memakan waktu 1 jam 40 menit. Lama banget sih, tapi kalau dibandingkan dengan rasa senangnya jadi gak berasa.

Hari berikutnya, hari minggu saya ikut ibadah di Lighthouse church yang dikenalkan oleh Peter. Ini gerejanya juga kekeluargaan banget. Jadi saya datang pas tepat waktu, karena pada saat itu mereka sedang mengadakan acara makan siang antar jemaatnya yang diadakan setiap 6 minggu sekali. Makanannya banyak dan enak-enak. Hehehe. Berikut adalah suasana makan-makannya:


Setelah itu saya berangkat lagi ke Hillsong hills campus yang nan jauh itu. Perjalanan ke sydney sendiri memakan waktu 1 jam 40 menit, sedangkan dari sydney ke Baulkham Hills memakan waktu sekitar 50 menit. Dari sydney saya harus naik kereta ke Blacktown train station, lalu dari situ saya naik taksi karena ‘sepertinya’ ketinggalan bis-nya Hillsong yang memakan biaya A$27. Well gpp sih karena setelah turun dari taksi langsung takjub dengan gereja ini. Bayangin aja luarnya:

Nah masuk lagi suasanya kayak pasar malem dengan adanya Gloria Jean’s coffee. Disini orang-orang pada sosialisasi, ngobrol-ngobrol. Well fellowship jaman sekarang gitu deh jadinya..
Masuk ke dalam lagi ada beberapa stand coffee juga di dalam. Ada juga toko buku dan toko kaset rohani. Disini juga orang-orang pada ngobrol-ngobrol.

Di dalamnya lebih keren lagi. Ini ruang ibadahnya udah kayak bioskop. Dan pas saya bilang bioskop, beneran kayak bioskop. Three giant screen, kursi bioskop dengan meja buat nulis, sound blasting audio. Wow. Cukup satu kata: ‘Amazing’.

Selain itu ibadahnya itu sendiri juga amazing. Semua anak muda pada turun ke bawah lompat-lompat sama seperti pas konser hillsong. Praise and worship-nya dipimpin oleh Joel Houston. Setelah ibadah ternyata ada baptisan air yang disaksikan oleh jemaat lainnya.

Sekian perjalanan saya untuk minggu ini. Setelah itu saya kembali lagi diantar oleh bus Hillsong ke Westmead station menuju Central station. Dari central station saya naik bus ke Wollongong. Puas dan senang rasanya. Sekarang karena sudah tau arah jalannya menuju Hillsong, saya bisa datang kesitu kapanpun saya mau. Thank you Lord for giving me this experience and bringing me here.

My Passion

September 24, 2008

Wahahaha… klu ngmongin yang satu ini kagak ada habisnya. Soalnya kalo udah ngerjain satu hal yang kita suka, dan memiliki passion disitu, dijamin betah ngerjainnya ampe berjam-jam. Thanks God, lewat Abang, aku bisa menyadari apa yang jadi passion aku selama ini. Aku suka banget ngerjain hal yang berbau design and create something. Untuk tas, udah ada beberapa yang aku design, and baru satu yang jadi. Hahaha.. Kalo seperti pouch atau tempat HP dari bahan felt udah beberapa yang aku buat. And Thanks God, tiap kali nunjukin hasil karya ke temen-temen aku, mereka komentarnya bagus dan suka. Kalo udah denger gitu rasanya puaaas banget, and makin banyak ide untuk bikin yang baru. Aku juga lagi suka niy warping kado, lihat deh, beberapa hasil karya aku. Hehehe…

Hm.. jadi makin tertarik niy, untuk mengembangkannya jadi usaha kecil-kecilan. Wahaha… latihan terus ah, biar makin oke hasil karyanya. Gimana? any comments?

Bless you all

Thanks God!

September 23, 2008

Akhirnya sampai juga di Wollongong. Beautiful city. Berbukit dan di sebelah pantai. Udaranya bersih banget disini. Kehidupan serba teratur. Semua serba sistematis. Seneng deh. Perjalanan dari Jakarta sekitar 8 jam. Pilotnya gaul banget. Bilangnya: Hello folks, how are you today? Hahaha. Dasar Aussies. Dari airport naek kereta ke wollongong. Sempat bingung gitu, tapi pas ada aussies yang liat ak kebingungan, dia nanyain mau kemana. Wow, Aussies are nice people. I love it. Perjalanan dari Sydney – Wollongong sekitar 1,5 naek kereta harganya 21$. Keretanya bersih banget. Haha. Abish itu dijemput Ashlea untuk nunjukin daerah Wollongong. Cari kartu prepaid, daftar rekening bank, kenalan ama temen kantor, makan di kantin kampus, bistuw saya pulang sendiri deh ke motel. What a day. Thanks God for bringing me here. You are awesome God. I love you.

Entering The New Beginning

September 23, 2008

Hi all….

This is my new blog, baru pertama kali ngeblog niy. Hehehe… Tujuan ngeblog, biar abang bisa lihat perkembangan aku setiap harinya.

Well, ini hari baru aku dimana aku pisah negara sama abang. Oh… kau disana aku disini.. satu rasa dalam hati. Wakakakak… Yah, sedih siy ditinggal sama abang, tapi disisi lain, seneng bisa lihat abang yang udah “naik kelas”, naik ke level kehidupan yang lebih tinggi. Im proud of you, abang.

Hm…. sekarang tinggal aku di Jakarta, sendirian. Aku tau, Tuhan mau ajarkan aku jadi pribadi yang lebih tough. Wanita yang mandiri dan menjadi penolong yang tangguh. Aku harus lulus ujian ini. Memang, Jakarta bukan kota yang menyenangkan buat aku. Terlalu hectic dan serba amburadul, banyak maling dan jambret. Tapi bukan berarti aku jadi wanita yang penakut di kota ini, justru aku harus tumbuh jadi wanita yang kuat dan tidak cengeng. Bersyukur sekali Tuhan berikan aku ujian sekali lagi. Yah, seperti HER lah buat aku, untuk memperbaiki nilai yang kemaren mungkin masih pas-pasan. Aku percaya aku bisa keluar sebagai pemenang di ujian kali ini.

Ya, seperti nama yang Tuhan beri untuk karakterku. Esther, dalam bahasa persia yang artinya rumput ilalang, yang artinya, dapat tumbuh dimana ajah, kuat, meskipun diterpa badai, dia tetap bisa berdiri kuat. I know, Tuhan izinkan aku berpisah dengan abang untuk sementara, adalah untuk menjadikan aku perabotNya yang indah, supaya aku nggak hanya bergantung dengan Abang, tetapi dengan Tuhan yang udah menenun aku dari sejak aku dikandung.

Bless you all

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.