Adaptasi

Dari kemarin pengen nulis tentang satu kata ini, akhirnya dapat juga satu kejadian di pagi hari ini yang berhubungan dengan adaptasi.
Okay, jadi pagi hari ini pas mau naik bis ke kantor di depan saya ada seorang pria Asia Timur bersama istri dan anaknya. Sepertinya mereka ini turis deh karena gak tau mengenai keadaan di kota ini. Nah mereka mau beli tiket bis ke University lalu supirnya bilang harganya A$3.00. Owh man, yang paling memalukan adalah pria ini malah berdebat dengan supirnya dan bilang: “Tapi kemarin saya belinya $1.80”. Bener-bener gak tau diri kalau menurut saya nih orang. Udah gitu supirnya sampai ngasih tunjuk layar komputer dia untuk nunjukin kalau dia gak bohong. Tapi tetep aja nih pria kagak mau ngalah. Untung tuh supir sabar dan kagak ngamuk. Akhirnya si pria ini mau membayar juga $A3.00 untuk bus ticketnya. Sigh.

Kelihatan pria ini tidak cepat beradaptasi dengan lingkungan dimana dia berada. Menurut saya dia tidak perlu harus sampai berdebat dengan supir bus. Pelajaran yang dapat diambil dari kejadian ini:

  1. Cepat lihat keadaan dan cepat beradaptasi. Hey kita kan di negara orang, gak perlu berdebat lah. Gak mungkin supir bus itu bohong. Dia bisa dipecat kalau bohong, apalagi di negara seperti Australia. 
  2. Banyak baca informasi, banyak bertanya, cepat ingat dan cepat tanggap. Informasi dan petunjuk dimana-mana di Australia ini banyak.  Jangan dilewatkan  kalau tidak mau kelihatan bodoh. Kalau mau tanya, make sure udah baca dulu informasi yang ada. Udah gitu harus diingat dan cepat tanggap. Jangan sampai harus nanya lagi pertanyaan yang sama. 
  3. Mata harus awas, terutama kalau naik bis dan kereta. Ingat-ingat nama train station dan nama bus stop. Karena semuanya serba sistematis dan teratur disini. Gak akan susah kalau kita suka menyimak sekeliling kita.

Okay itu beberapa hal mengenai adaptasi yang diambil dari pria itu. Dan ini beberapa pelajaran lagi yang saya ambil sendiri ketika berada disini:

  1. Internet is your best friend. Yup, gunakanlah google atau google map. Saya sering menggunakan google map untuk mencari jalan, train station, bus stop. Saya juga pernah search di internet mengenai obat gatal-gatal karena saya masih harus beradaptasi dengan hawa disini. Walhasil jauh lebih murah ketimbang harus ke dokter. Ya ke dokter kita harus bayar A$40 untuk konsultasi doang, belum lagi biaya obatnya dan itupun belum tentu sembuh. Jadi sebelum ke dokter, lebih baik tanya uncle google dulu daripada menyesal.
  2. Biasakan jalan kemanapun kita mau pergi. Ya mungkin di kota seperti jakarta atau kota-kota di Indonesia tidak nyaman sekali untuk jalan selain karena kita punya motor yang bisa membawa kita kemanapun kita pergi. Tapi disini sebisa mungkin lihat apakah jarak yang ditempuh bisa dilalui dengan jalan kaki saja, karena kalau tidak akan memakan biaya yang cukup lumayan A$2.00.
  3. Biasakan untuk membawa air minum kemanapun pergi karena harga air mineral disini mencapai hingga A$2.00, dan harganya tidak jauh beda dengan minuman soda. Selain itu banyak tap-water dimana-mana yang rasanya juga segar tidak seperti air keran yang ada di Indonesia yang belum tentu bersih.
  4. Orang bule terutama adalah people on-the-move. Termasuk makan. Ya, jangan heran liat orang makan sambil jalan. Karena prinsipnya “time is money”. Jadi biasakan makan terutama makanan siang yang tidak perlu duduk seperti burger, hotdog, kebab, dsb. Oh ya, makanan bule juga agak aneh, kenyangnya itu tidak nabok seperti makan nasi, tapi kenyang yang eneg. Jadi selama 3 hari (kurang-lebih) adaptasikan perut anda. 
  5. Biasakan mengerti logat dan idiom orang lokal. Orang Australia sendiri biasa mengatakan:
    • G’day mate
    • What’s up mate?
    • How is it going there?
    • How are ya?
    • Hello folks

    Biasa mengatakan hal-hal tersebut membuat kita cepat membaur dengan orang lokal. Dan kalau kita sudah cepat membaur, kita bisa menjadi orang yang menyenangkan (fun to be with). Jangan takut untuk ngobrol ama mereka walaupun bahasa kita mungkin tidak bagus. Tapi justru dengan sering ngobrol ama mereka bahasa kita akan semakin improve. Jangan seperti beberapa orang Asia disini yang mainnya sama orang Asia juga, walhasil sudah berpuluh-tahun bahasa Inggrisnya masih gitu-gitu aja.

Okay untuk sementara itu saja dulu. Semoga saya bisa ingat ini senantiasa kalau besok ada di negara lain lagi dan semoga bermanfaat bagi yang mau tinggal di luar negeri.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: